Gabung | daftar
Pusat Berita
Rumah > Pusat Berita > Berita Industri

Bagaimana Menilai Sistem Pendinginan pada Buldoser Bekas
2025-11-11 08:46:43

How to Assess Cooling Systems in Used Bulldozers

 

Bagaimana Menilai Sistem Pendinginan pada Buldoser Bekas

Perkenalan

Saat membeli buldoser bekas, salah satu sistem yang paling penting untuk dievaluasi adalah sistem pendingin. Sistem pendingin yang berfungsi dengan baik memastikan mesin beroperasi dalam kisaran suhu optimal, mencegah panas berlebih dan kerusakan yang merugikan. Karena buldoser sering kali bekerja dalam kondisi yang sulit—seperti lingkungan berdebu, suhu tinggi, dan beban berat—sistem pendinginnya harus berada dalam kondisi yang sangat baik.

Panduan ini memberikan proses penilaian terperinci untuk mengevaluasi sistem pendingin pada buldoser bekas, yang mencakup inspeksi visual, pemeriksaan operasional, dan analisis riwayat pemeliharaan.

---

1. Inspeksi Visual Komponen Sistem Pendingin

1.1 Kondisi Radiator

Radiator adalah komponen utama yang bertanggung jawab untuk membuang panas. Periksa untuk:

- Kerusakan Fisik : Carilah sirip yang bengkok, retak, atau bocor. Sirip yang rusak mengurangi aliran udara dan efisiensi pendinginan.

- Korosi dan Penyumbatan: Periksa karat, endapan mineral, atau kotoran yang menyumbat inti radiator. Radiator yang tersumbat membatasi aliran cairan pendingin, sehingga menyebabkan panas berlebih.

- Kebocoran Cairan Pendingin: Noda atau cairan pendingin yang mengering di sekitar jahitan atau selang radiator menunjukkan adanya kebocoran di masa lalu atau saat ini.

1.2 Selang dan Sambungannya

Periksa semua selang cairan pendingin untuk:

- Retak atau Titik Lunak: Selang yang rapuh atau bengkak rentan rusak.

- Kebocoran: Periksa titik basah atau sisa cairan pendingin di sekitar klem selang dan sambungan.

- Penjepitan yang Benar: Pastikan klem selangamps kencang dan aman untuk mencegah kebocoran.

1.3 Reservoir Pendingin dan Tutupnya

- Level Cairan Pendingin: Reservoir harus memiliki cairan pendingin yang memadai (antara tanda "MIN" dan "MAX"). Tingkat yang rendah mungkin mengindikasikan kebocoran atau penguapan karena panas berlebih.

- Kondisi Cairan Pendingin: Periksa kontaminasi oli (tampak seperti susu) atau partikel karat, yang menunjukkan adanya masalah internal mesin.

- Tutup Radiator: Tutup yang rusak dapat menyebabkan hilangnya tekanan, sehingga menyebabkan panas berlebih. Uji tutupnya (jika memungkinkan) atau ganti jika terlihat sudah aus.

1.4 Kipas dan Sabuk Kipas

- Bilah Kipas: Carilah retakan, bengkokan, atau bilah yang hilang. Kipas yang rusak mengurangi aliran udara.

- Sabuk Kipas: Periksa apakah ada keretakan, keretakan, atau keausan berlebih. Sabuk yang longgar dapat tergelincir sehingga mengurangi efisiensi pendinginan.

- Ketegangan: Sabuk harus memiliki defleksi minimal (biasanya sekitar ½ inci saat ditekan).

1.5 Pompa Air

- Kebocoran: Periksa lubang tangisan pompa air dari kebocoran cairan pendingin, yang mengindikasikan kegagalan segel.

- Permainan Bantalan: Pegang kipas dan goyangkan. Gerakan yang berlebihan menunjukkan bantalan yang aus.

---

2. Pemeriksaan Operasional

2.1 Inspeksi Start Dingin

Sebelum menghidupkan mesin:

- Periksa Level Cairan Pendingin: Pastikan levelnya benar.

- Cari Kebocoran Eksternal: Periksa tanah di bawah buldoser apakah ada genangan cairan pendingin.

2.2 Uji Pemanasan Mesin

Nyalakan mesin dan biarkan idle:

- Pantau Pengukur Suhu: Mesin akan mencapai suhu pengoperasian secara bertahap (biasanya 180–220°F atau 82–104°C).

- Dengarkan Suara-Suara yang Tidak Biasa: Pompa air yang rusak dapat menghasilkan suara berderak atau merengek.

2.3 Uji Beban Dalam Kondisi Kerja

Mengoperasikan buldoser di bawah beban (misalnya, mendorong tanah):

- Waspadai Panas Berlebih: Jika suhu naik secara tidak normal, sistem pendingin mungkin tidak mencukupi.

- Periksa Pengaktifan Kipas: Kipas harus berputar lebih cepat saat diberi beban (jika digerakkan oleh sabuk) atau diaktifkan sepenuhnya (jika hidrolik atau elektrik).

2.4 Fungsi Termostat

- Tes Mesin Dingin: Selang radiator atas harus tetap dingin hingga mesin memanas, kemudian menjadi panas, menandakan termostat terbuka.

- Termostat Terjebak: Jika mesin cepat panas atau terlalu lama melakukan pemanasan, termostat mungkin rusak.

---

3. Tinjauan Riwayat Pemeliharaan dan Servis

3.1 Catatan Penggantian Cairan Pendingin

- Usia Pendingin: Kebanyakan produsen merekomendasikan penggantian cairan pendingin setiap 2–5 tahun. Pendingin lama kehilangan sifat anti korosinya.

- Jenis Pendingin yang Digunakan: Pastikan jenis yang digunakan benar (misalnya, etilen glikol atau propilen glikol). Mencampur cairan pendingin dapat menyebabkan pembentukan gel.

3.2 Perbaikan Sebelumnya

- Perbaikan Radiator: Periksa apakah radiator pernah diperbaiki atau diperbaiki. Perbaikan yang buruk dapat menyebabkan kebocoran.

- Penggantian Pompa Air: Pompa air yang baru saja diganti merupakan pertanda positif, tetapi pastikan kualitas suku cadang penggantinya.

3.3 Riwayat Pembersihan dan Pembilasan

- Pembilasan Sistem Pendingin: Pembilasan secara teratur mencegah penumpukan sedimen. Jika tidak ada catatan, asumsikan sistem mungkin terkontaminasi.

---

4. Masalah Umum Sistem Pendinginan pada Buldoser Bekas

4.1 Penyebab Panas Berlebih

- Radiator Tersumbat: Kotoran dan serpihan menghalangi aliran udara.

- Termostat Rusak: Terjebak dalam keadaan tertutup mencegah sirkulasi cairan pendingin.

- Tingkat Pendingin Rendah: Karena kebocoran atau penguapan.

- Pompa Air Gagal: Kerusakan impeler mengurangi aliran cairan pendingin.

4.2 Kontaminasi Cairan Pendingin

- Oli dalam Cairan Pendingin: Menunjukkan paking kepala atau pendingin oli rusak.

- Karat dan Kerak: Akibat penggantian cairan pendingin yang diabaikan.

4.3 Kegagalan Kipas dan Sabuk

- Sabuk yang Aus: Tergelincir mengurangi kecepatan kipas.

- Masalah Kipas Hidraulik: Jika dilengkapi, periksa kebocoran hidrolik atau kegagalan pompa.

---

5. Alat Diagnostik untuk Evaluasi Lebih Lanjut

5.1 Pengujian Tekanan

Penguji tekanan sistem pendingin dapat mengidentifikasi kebocoran dengan memberi tekanan pada sistem tanpa menjalankan mesin.

5.2 Termometer Inframerah

Gunakan untuk memeriksa variasi suhu di seluruh radiator, mengidentifikasi bagian yang tersumbat.

5.3 Strip Tes pH Pendingin

Ukur keasaman cairan pendingin; pendingin yang sangat asam dapat menimbulkan korosi pada sistem.

---

6. Kesimpulan

Penilaian menyeluruh terhadap sistem pendingin pada buldoser bekas melibatkan inspeksi visual, pengujian operasional, dan tinjauan catatan pemeliharaan. Komponen utama seperti radiator, selang, pompa air, dan termostat harus dalam kondisi baik untuk mencegah panas berlebih. Jika ditemukan masalah, pertimbangkan biaya perbaikan dalam keputusan pembelian.

Dengan mengikuti panduan ini, pembeli dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghindari kerusakan mesin yang merugikan akibat kegagalan sistem pendingin. Selalu konsultasikan dengan mekanik profesional jika tidak yakin dengan temuan apa pun.

---

Panduan komprehensif ini memastikan calon pembeli dapat dengan percaya diri mengevaluasi sistem pendingin buldoser bekas sebelum melakukan pembelian.

+86 138 56087838

Kami menyediakan layanan pra-penjualan dan purna jual kepada semua klien berharga kami yang mempercayai tim profesional kami. Kami berupaya keras untuk menjawab pertanyaan klien kami dan memenuhi kebutuhan mereka. Kami juga membantu klien kami dalam proses pemuatan dan transportasi serta menyediakan suku cadang peralatan asli.

Hubungi kami

Surel: fanmanager@jmusedexcavator.com

tambahkan: MI Australia dan bawah tanah, s untuk kota G jongkok, wilayah C Xingfeng, dia bukan kota, dan akan menjadi provinsi

Hak Cipta ©  2025 Hefei Jiuming Engineering Machinery Co., Ltd.  Semua hak dilindungi undang-undang  

Peta situs

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.

Menerima menolak